Sabtu, 15 November 2008

Menghadapi Penjajahan Kapitalisme dan Imperialisme Baru

Drs. Djauhari Syamsuddin
Lahir di: Lasi, Kec.Candung, Kab.Agam, Sumbar, Nopember - 1941
Kontak: HP.08151629596
http://www.sarikat-islam.blogspot.com/
Oleh: Djauhari Syamsuddin
Kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 mengandung cita-cita bahwa bangsa Indonesia ingin hidup dalam keadaan merdeka, memiliki rasa aman dan perlakuan yang adil serta sejahtera lahir dan bathin, sesuai dengan cita-cita Islam yang diusung oleh mayoritas bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Hal tersebut adalah merupakan refleksi dan reaksi atas penderitaan panjang sebagai bangsa yang terjajah, sebagai bangsa yang merasakan ketidak adilan dan ketidak tentraman, jauh dari rasa aman dan merdeka, yang mengalami penindasan dalam penghidupan ekonmi dan politik oleh kaum kapitalis penjajah bangsa Indonesia.
Bahwa kehidupan ekonomi adalah merupakan usaha manusia untuk memenuhi hampir seluruh kebutuhan hidupnya yang senantiasa berkembang dan bertambah hampir tiada batas.
Dalam usaha manusia memenuhi kebutuhan hidupnya itu terjadi berbagai keadaan yang berkaitan dengan sifat-sifat baik dan sifat-sifat buruk manusia. Keadaan keadaan tersebut terbagi menjadi 2 golongan yaitu pertama “keadaan yang saling menguntungkan” dan kedua “keadaan yang saling menghisap dan merugikan pihak lain”.
Sifat-sifat baik manusia antara lain itsariyah (rasa kebersamaan), keingingan tolong menolong (taawun), mendahulukan kepentingan orang lain atau masyarakat, keinginan berlaku adil, tidak mau curang dalam timbangan, tepat janji dan sebagainya. Ini akan menimbulkan keadaan saling menguntungkan.
Sifat-sifat buruk manusia antara lain sifat ananiyah (keakuan) atau ego yaitu sifat yang terlalu mengutamakan kepentingan diri sendiri, sifat tidak adil, suka berlaku curang untuk kepentingan diri dan merugikan orang lain, sifat tamak dan bakhil, tidak mau tahu dengan keadaan orang lain dan lain sebagainya. Ini akan menghasilkan keadaan yang saling menghisap dan merugikan pihak lain serta masyarakat umum.
Rasa keadilan dan kasih sayang kepada sesama manusia dan makhluk adalah merupakan refleksi bersyukur atas kasih sayang Allah SWT yang diterima manusia dalam berbagai bentuk kenikmatan.
Bahwa keadilan, memegang peranan yang sangat penting dan sangat besar dalam mewujudkan dan memelihara ketentraman dan kedamaian hidup manusia.
Keadilan adalah suatu keadaan yang diterima sebagai kebenaran oleh hati nurani manusia sehingga jiwanya menjadi tentram dan damai. Apabila manusia merasa tidak adil maka jiwanya bergolak dan tidak terasa damai dan akan terjadilah letupan-letupan perlawanan dan pertentangan yang pada ujungnya dapat menimbulkan permusuhan dan peperangan.
Wilayah keadilan meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan kebutuhan jasmani maupun yang berhubungan dengan kebutuhan rohani manusia.
Ukuran keadilan dalam Islam adalah sesuatu yang diakui dan disikapi sebagai kebenaran berdasarkan rujukan wahyu yang terdapat dalam Al Qur'an dan Sunnah Rasul yang nyata dan bukanlah hanya berdasarkan rakyu (pikiran manusia semata-mata) .
Ukuran keadilan yang tidak didasari oleh nilai-nilai transendental (nilai-nilai wahyu) akan tetapi oleh pikiran (rakyu) semata, tidak ada jaminan keadilannya, dan pada suatu saat pasti akan terjadi benturan kepentingan karena timbulnya ketidak adilan yang tidak terselesaikan oleh benturan pemikiran pemikiran bebas tanpa rujukan yang dijamin benarnya.
Keadilah itu hanya akan ada bila perbuatan dan sikap hidup seseorang atau kelompok orang atau negara mempunyai rujukan kepada wahyu Allah yang dinyatakan dalam kitab-kitab suci yang diturunkan kepada rasul-rasul dari Adam AS hingga Muhammad SAW yang telah dihimpunkan dan disempurnyakan dalam Al Qur'an dan sunnah rasul yang nyata.
Bila dalam masyarakat tidak dilaksanakan sistem kehidupan ekonomi yang mempunyai rujukan wahyu maka sistem itu akan mudah terbawa pikiran kesana kemari sehingga sistem akan mudah kehilangan stabilitas dan tidak ada jaminan kebenarannya secara hakiki, yang berarti tidak dijamin dapat mendatangkan dan mempertahankan keadilan, dan pada gilirannya akan mendatangkan persengketaan, huru hara dan perang.
Kapitalisme adalah suatu system kehidupan ekonomi yang mendasarkan tindakannya pada rasio (pikiran semata-mata). Tuhan mereka adalah pikiran mereka sendiri dan keadilan adalah hasil kesepakatan pikiran.
Dalam kehidupan ekonomi, pinjam meminjam adalah urusan sangat penting, dan hampir setiap orang, perusahaan dan bahkan negara yang melakukan kegiatan ekonomi terlibat dalam urusan pinjam meminjam ini.
Ada dua pola besar yang diterapkan masyarakat dunia dalam menjalankan urusan pinjam meminjam ini yaitu pertama pola yang berdasarkan nilai-nilai wahyu atau disebut pola syariah, kedua adalah pola berdasarkan kesepakatan pemikiran yang tidak terikat pada nilai-nilai wahyu (sekuler).
Pola pertama adalah pola yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan masyarakat Islam dengan model-model mudar-rabah, musyarakah, muzara’ah dan lain-lain sesuai ketentuan syariah Islam.
Pola kedua diterapkan oleh kaum kapitalisme dengan system bunga yang dikaitkan waktu, difungsikan sebagai alat pengendali dalam urusan pinjam meminjam dan pengendali moneter atau keuangan negara.
Dengan system bunga, bisa terjadi keadaan pembagian untung rugi tidak sepadan antara peminjam dan pemberi pinjaman, jika terjadi goncangan fluktuasi ekonomi yang mempengaruhi harga-harga barang dipasar.
Sedangkan dalam system syariah para pihak akan sama-sama menikmati keuntungan atau sama menanggung rugi bersama yang sepadan sesuai dengan akad perjanjian pinjam meminjam yang diadakan. Keadaan tersebut akan memelihara silaturahim antara keduanya.
Selain dari alasan keadilan diatas, bunga uang jelas sekali termasuk dalam ta’rief (definisi) riba yang diharamkan dan dilarang dengan jelas dalam Al Qur'an: An Nisa:29, Al Baqarah:275, Ali Imran:130, Ar-Rum:39, dan keseluruhan surat Al Humazah sebagai peringatan.
Perusahaan perusahaan kaum kapitalisme dalam perilaku penjualan sering melakukan pembodohan dan penghisapan ekonomi dengan sedikit memperbaharui model produk dan menjualnya dengan harga jauh lebih tinggi diatas harga produk model lama, pada hal struktur dan spesifikasi produksnya kurang lebih 95% sama dengan produk lama.
Kapitalisme telah menghasilkan imperialisme (paham boleh menjajah untuk membangun kekuasaan). Ia adalah suatu sistem kehidupan individualistis yang mendasarkan gerak kehidupannya pada liberalisme ekonomi atau persaingan bebas yang menghalalkan terjadinya penghisapan ekonomi oleh manusia atas manusia, penghisapan ekonomi oleh golongan atas golongan dan penghisapan ekonomi oleh bangsa atas bangsa.
Kapitalisme dan imperialisme telah menghasilkan penjajahan didunia termasuk Indonesia dalam berbagai bentuk dan intensitasnya dari dulu hingga sekarang, dari model kuno hingga model tercanggih yang susah dipantau dan dipahami dengan pikiran sederhana.
Kapitalisme telah menjadi suatu gerakan ekplorasi dan eksploitasi dunia yang berusaha mengeksploitasi potensi-potensi ekonomi negara negara dunia berkembang seperti Indonesia berupa, tambang, air, perkebunan, perbankan, distribusi, sampai pasar retail.
Dibalik itu tersembunyi pula usaha usaha sistematis pendang-kalan aqidah yang merusak sistem kehidupan masyarakat Islam, yang dilakukan melalui penetrasi ekonomi, budaya dan berbagai tehnologi media cetak maupun elektronik.
Mereka berusaha mengadu domba kekuatan-kekuatan Islam dan memecahnya dalam firkah firkah pemikiran dan kelompok kekuatan politik, menyelusupkan pikiran pikiran sekuler rancangan mereka kedalam partai partai berbasis dan bermasa Islam, untuk mempermudah usaha usaha mereka meyakinkan mayoritas bangsa ini untuk berpikiran bahwa negeri ini tidak bisa diatur dengan sistem Islam.
Dihimbau kepada masyarakat agar dalam memilih caleg pada pemilu 2009 lebih mengutamakan orientasi pilihannya kepada kualitas caleg, tidak mengutamakan orientasi kepada partai karena partai partai yang selama ini menjadi orientasi pilihan masyarakat sedang mengalami erosi kepercayaan.
Kewajiban kita untuk membangun masa depan bangsa dengan memilih caleg berkualitas yang menjunjung tinggi nilai nilkai moral.
Sekarang masanya
o Seluruh komponen bangsa harus sadar dan waspada
o Bangkit berhimpun menyelematkan dan melindungi
o Membangun Indonesia masa depan
o Bekerja memutar roda kemakmuran untuk seluruh rakyat
o Berdasarkan nilai nilai kemanusiaan yang religius dan rasa kebangasaan yang tinggi serta demokrasi yang dilandasi kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
o Menuju kemerdekaan sejati yang mandiri, berkeadilan, sejahtera, aman dan damai
Billahi fi sabilil haq

Sabtu, 01 November 2008

Peringatan untuk bangsa Indonesia yang mempercayai adanya Tuhan

syarikat-islam.blogspot.com
Oleh:
Drs. Djauhari Syamsuddin


Adalah suatu keadaan yang merisaukan bahwa jumlah besar anak bangsa Indonesia saat ini sedang bergerak menjauhi nilai nilai moral dan agama yang hakiki, mengganti dengan sistem kehidupan bebas nilai, yaitu sistem kehidupan bebas yang mengajarkan dan mendorong orang secara halus untuk tidak perlu tunduk dan patuh kepada nilai nilai wahyu ilahi, disertai usaha sistematis untuk menyelewengkan ajaran agama yang hak dan benar.
Hal ini berjalan dalam satu rangkai gerakan besar ekonomi yang disebut gerakan eksplorasi dan eksploitasi dunia yang dilakukan oleh kaum kapitalis untuk menguasai dunia.
Kapitalisme yang menganut paham kebebasan tanpa batas pagar ketundukan terhadap nilai nilai wahyu, adalah merupakan satu kesatuan dalam gerakan imperialisme baru yang tetap berusaha untuk menjajah dunia dengan senjata ekonomi dan teknologi informasi serta komunikasi, yang menghalalkan riba dan penghisapan ekonomi atas orang seorang, atas golongan dan atas bangsa dan negara.
Musuh utama kapitalisme itu adalah sistem kehidupan beragama, terutama sistem Islam yang hakiki yang tidak membenarkan sistem riba dan penghisapan eknomi yang tidak berkeadilan.
Para politisi kita yang mayoritas beragama Islam terasa kurang serius menghadapi dan membiarkan tumbuh suburnya kapitalisme di Indonesia. Selain itu ada masalah yang sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pada banyak parpol, baik parpol besar / berdana besar / parpol terkenal, ada tokoh tokohnya yang terlibat dalam kasus kasus yang merendahkan moral dan martabat partainya, seperti korupsi, kolusi, perselingkuhan, dan berbagai pelanggaran hukum dan moral yang menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada partai partai seperti itu meskipun mengklaim diri sebagai partai berbasis atau bernafaskan agama.
Untuk mengantisipasi keadaan ini kedepan, kita harus berjuang bersama menyelamatkan masa depan Indonesia melalui pemilu 2009 dengan cara memilih caleg caleg yang jelas orietasi kehidupannya berjuang untuk menegakkan nilai nilai moral dan agama serta budaya bangsa dengan menggunakan ilmu pengetahun dan teknologi.
Niatkan memilih caleg pilihan itu sebagai ibadah karena Allah. Jangan memilih karena uang atau tekanan, sebab itu akan merusak diri dan masa depan generasi bangsa.
Billahi fi sabilil haq.

Selasa, 28 Oktober 2008

PSI Mendukung Prinsip Piagam Jakarta



PARTAI SARIKAT INDONESIA (PSI)
Mendukung
Prinsip
Piagam Jakarta

Oleh:

Djauhari Syamsuddin
Calon Anggoa DPR RI No.1
untuk daerah pemilihan Sumbar II
dari
PARTAI SARIKAT INDONESIA

Partai Sarikat Idonesia (PSI) meskipun tidak mencantumkan Islam sebagai asas partai, namun partai yang para tokoh utamanya adalah juga tokokh-tokoh dan pemimpin Islam yang menyadari dan memahami sepenuhnya bahwa Islam adalah sistem kehidupan yang sempurna yang meliputi seluruh aspek, baik sebagai sistem kehidupan orang seorang, maupun sebagai sistem kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dan bahkan dalam sistem kehidupan seluruh umat manusia yang berbeda suku ras dan agama karena Islam itu hakikatnya adalah sumber kerahmatan seluruh alam.
Partai Sarikat Indonesia memahami bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pernyataan nomor satu (pertama) dalam kesepakatan sistem kehidupan bangsa Indonesia mengandung makna bahwa setiap warga Negara hendaklah mentaati Sistem Ketuhanan menurut agamanya dan menjalankan sistem kehidupan sesuai dengan aturan yang memenuhi perintah dan larangan Tuhan Yang Maha Esa menurut agama yang dianutnya dan diakui oleh Negara Republik Indonesia.
Partai Sarikat Indonesia (PSI) menginginkan banga Indonesia sebagai bangsa yang mengamalkan agamanya dalam segala aspek kehidupan, baik dalam kehidupan diri pribadi, maupun dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Negara sebagai pelaksana kehendak rakyat yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa harus melindungi kepercayaan tiap tiap pemeluk agama dan menjadikan ketentuan ketentuan masing-masing agama yang diakui negara sebagai hukum dasar yang diberlakukan bagi pemeluknya sebagai hukum Negara melalui penetapan Majelis Agama tiap tiap agama yang diakui, disamping hukum yang berlaku untuk seluruh penduduk negeri. Itulah inti dari Piagam Jakarta yang Partai Sarikat Indonesia meyakini bahwa Piagam Jakarta ini tidak akan menjadi alat pemaksa penduduk bukan Islam harus menjadi Islam. Partai Sarikat Indonesia mengadopsi Statuta Syarikat Islam no.2 yang mewajibkan kepada seluruh anggotanya dan menyerukan seluruh umat Islam Indonesia untuk “ Berkewajiban menjaga dan memelihara keselamatan perhubungan umat Islam dengan segala golongan penduduk yang beragam suku, ras dan agama, dan memperhubungkan atau mempersatukan usaha dengan segala golongan itu atas segala hal yang ada faedahnya bagi keperluan bersama dan kepentingan umum, agar tetap terpelihara kesatuan dan persatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jakarta, 15 September 2008
Drs.Djauhari Syamsuddin
Caleg No.1 untuk daerah pemilihan Sumbar II

dari PARTAI SARIKAT INDONESIA





Profile Caleg PARTAI SARIKAT INDONESIA


Drs.Djauhari Syamsuddin
Calon Anggota DPR RI No.1
dari Daerah Pemilihan Sumbar II
PARTAI SARIKAT INDONESIA
Lahir di: Lasi, Kec.Candung, Kab.Agam, Sumbar, Nop.1941
Kontak: HP.08151629596
Pendidikan: Fakultas Ekonomi Ext. Universitas Indonesia
Jabatan Kemasyarakatan
# Sekjen Pimpinan Pusat / Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam
# Wakil Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat
# Ketua Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Serikat Sarjana Muslim Indonesia
# Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Sarikat Indonesia (MPP-PSI)
Pekerjaan
#Konsultan Managemen, Sistem Informasi Komputer dan Supervisi Akuntansi
Visi
Terwujudnya kehidupan bangsa Indonesia yang betul betul merdeka, cerdas, bermartabat, dan sejahtera yang menjunjung tinggi moral dan agama serta budaya bangsa.


Jumat, 24 Oktober 2008

Pokok Pokok Program PSI

1. Memperjuangkan terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa, dengan memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme serta undang undang hak informasi publik untuk terlaksananya kontrol social yang luas atas jalannya pemerintahan.
2. Memperjuangkan dan menjaga terlaksananya sistem kehidupan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai moral dan agama serta budaya bangsa.
3. Memerangi ketidak adilan dan ketimpangan ekonomi dimana jumlah besar kekayaan bangsa berada ditangan sedikit orang dan sedikit kekayaan bangsa berada ditangan banyak orang.
4. Mengusahakan terlaksananya sistem ekonomi yang mengacu pada keadilan ekonomi dan pemerataan kesempatan berusaha, serta hapusnya penindasan dan penghisan ekonomi atas orang perorang, atas golongan, dan atas bangsa. Terhindarnya rakyat dari sistem ekonomi riba dan tidak ada lagi rakyat yang kelaparan.
5. Mengusahakan tegaknya supermasi hukum, dan hapusnya jual beli keadilan sehingga tercipta perlindungan hukum yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sekarang masanya

o Seluruh komponen bangsa
o Bangkit berhimpun menyelematkan dan melindungi
o Membangun Indonesia masa depan
o Bekerja memutar roda kemakmuran untuk seluruh rakyat
o Berdasarkan nilai nilai kemanusiaan yang religius dan rasa kebangasaan yang tinggi serta demokrasi yang dilandasi kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
o Menuju kemerdekaan sejati yang mandiri, berkeadilan, sejahtera, aman dan damai

Billahi fi sabilil haq